Michael Bambang Hartono ternyata suka jajan di pinggir jalan, kebiasaan sederhana miliarder ini bikin banyak orang terkejut!
Siapa sangka, di balik kekayaan triliunan rupiah, Michael Bambang Hartono justru memiliki kebiasaan yang sangat sederhana. Alih-alih menikmati hidangan di restoran mewah, ia lebih memilih jajan di pinggir jalan seperti kebanyakan orang.
Gaya hidup ini tentu mengejutkan banyak pihak dan membuat publik penasaran. Apa alasan di balik pilihan sederhana seorang konglomerat besar ini? Simak kisah lengkap dan sisi lain kehidupannya yang jarang terungkap di Miliarder dan Dunia Bisnis.
Jejak Hidup Awal Dan Kesederhanaan
Michael Bambang Hartono lahir pada 2 Oktober 1939 di Kudus, Jawa Tengah, sebagai anak dari Oei Wie Gwan, pendiri perusahaan tembakau kecil yang kemudian menjadi Djarum. Ia tumbuh di tengah usaha keluarga yang sederhana namun penuh ketekunan.
Bersama adiknya, Robert Budi Hartono, Michael mewarisi Djarum setelah sang ayah wafat dan berhasil mengembangkan bisnis itu menjadi salah satu konglomerat terkuat di Indonesia. Perusahaan ini kini mencakup rokok, perbankan, elektronik, media, dan digital.
Kendati memiliki harta luar biasa, Hartono dikenal sebagai sosok rendah hati dan jauh dari kesan glamor. Kebiasaan sederhananya yang paling terkenal adalah hobi makan di warung kaki lima atau pinggir jalan, bahkan ketika ia sudah sangat kaya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Kesuksesan Bisnis Djarum & BCA
Awalnya Djarum hanya produsen rokok lokal kecil. Namun, di tangan Michael dan adiknya, pabrik rokok ini berekspansi pesat dan menjadi merek besar yang dikenal seluruh Indonesia serta diekspor ke luar negeri.
Puncak momen penting terjadi ketika Hartono bersaudara mengambil alih PT Bank Central Asia (BCA) setelah krisis moneter 1998, memutar arah BCA dari bank yang hampir kolaps menjadi bank swasta terbesar di Indonesia dengan kapitalisasi yang sangat besar.
Investasi di BCA dan ekspansi usaha lain seperti elektronik (Polytron), real estate (Grand Indonesia), serta digital (termasuk e‑commerce) membuat kekayaan Hartono terus melonjak. Hal ini menempatkannya di jajaran teratas orang terkaya di Indonesia versi Forbes dan media dunia.
Baca Juga: Dari Nol Ke Puncak, Perjalanan Bernard Arnault Bangun Kerajaan Miliaran Dolar
Sederhana Di Balik Kekayaan
Meski berstatus orang sangat kaya, Hartono menunjukkan gaya hidup sederhana yang tak biasa. Ia sering terlihat makan di warung pinggir jalan atau warteg, termasuk menikmati makanan khas seperti tahu pong di Semarang.
Foto‑foto dirinya duduk santai di warung sederhana sempat viral dan menjadi bukti nyata bahwa kekayaan besar tidak selalu berbanding lurus dengan gaya hidup mewah. Banyak pemilik warung lokal mengenalinya sebagai pelanggan setia selama puluhan tahun.
Kebiasaan ini membuatnya disebut sebagai sosok konglomerat yang tetap merakyat, berbeda dengan gambaran “crazy rich” yang sering memamerkan kemewahan. Sikap rendah hati seperti ini memicu decak kagum publik.
Peran Nasional & Prestasi Non‑Bisnis
Selain dikenal sebagai pebisnis sukses, Hartono ternyata juga konsisten dalam dukungan terhadap olahraga dan kegiatan sosial. Ia pernah menjadi atlet bridge Indonesia dan bahkan memenangi medali perunggu di Asian Games 2018 menjadi salah satu pemenang tertua dalam cabang tersebut di ajang itu.
Perhatian Hartono terhadap komunitas olahraga tak berhenti di sana: melalui Djarum Foundation, ia membantu pembinaan bulutangkis dan mendukung atlet‑atlet berbakat Indonesia.
Pengaruhnya terhadap dunia olahraga dan filantropi membuatnya dihormati bukan hanya di ranah bisnis. Tetapi juga di masyarakat luas, menunjukkan bahwa kekayaan bisa berdampak positif bagi banyak orang.
Warisan Dan Akhir Perjalanan
Pada 19 Maret 2026, Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura pada usia 86 tahun. Meninggalkan warisan luar biasa di dunia bisnis dan filantropi.
Ia dikenang sebagai tokoh yang sukses membangun kerajaan bisnis dari akar usaha keluarga yang sederhana menjadi kekuatan ekonomi nasional dan regional. Keberhasilannya mengubah Djarum menjadi grup konglomerat besar serta mengubah BCA menjadi bank raksasa adalah bagian dari warisan pentingnya.
Selain itu, citra dirinya sebagai miliarder yang tetap merakyat yang menikmati makanan kaki lima tanpa gengsi. Menjadi inspirasi banyak orang bahwa kesederhanaan bisa hidup berdampingan dengan kesuksesan.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari olenka.id
- Gambar Kedua dari beritajejakfakta.id